Jumat, 07 September 2012

PERUMPAMAAN TENTANG 10 GADIS

Perumpamaan tentang 10 Gadis (5 Bijaksana dan 5 Bodoh) begitu sering kita baca dan dengar..
Buat kita kita yang hidup di akhir jaman, rasanya perumpamaan ini begitu afdol/relevan untuk kita bicarakan dan diskusikan... Betapa tidak, kitalah gadis gadis itu... entah bijaksana, entah bodoh... yang jelas, pilihan itu semua di tangan kita masing masing SAAT INI.






PERUMPAMAAN TENTANG 10 GADIS
Perumpamaan tentang sepuluh gadis dalam Matius 25 memiliki pembelajaran untuk semua umat pilihan Tuhan terlepas dari kapan saat mereka diselamatkan. Perumpamaan ini mudah dimengerti sebagai sebuah nubuatan akhir zaman karena posisinya terletak dalam  kelompok perumpamaan, dimana hanya satu subyek yang dibicarakan oleh Tuhan Yesus, yaitu tentang kedatanganNYA dan siapa yang dipandang layak untuk memasuki Keluarga & Kerajaan Allah pada waktu itu.

Matius 25: 1-13 (LAI)
25:1. "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.
25:2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
25:3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
25:4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.
25:5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
25:6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia!
25:7 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka.
25:8 Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.
25:9 Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ.
25:10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."


Karena penggenapan dari berita nubuatan ini adalah pada akhir jaman, dimana umat pilihan Allah sedang mengantisipasi kedatangan TuhanYesus kedua kalinya sebagai Raja segala raja, tampaknya pesan peringatan ini diberikan kepada ketujuh gereja yang disebut dalam Kitab Wahyu Pasal 2 dan 3.

Adalah penting untuk meneliti perumpamaan ini secara rinci sejalan dengan perumpamaan lain berkaitan dengan topik yang sama untuk menemukan sebuah pembelajaran yang sangat berharga bagi umat pilihan Tuhan saat ini.

Ayat 1 "Pada waktu itu hal Kerajaan Sorga seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki.

Adalah sangat jelas bahwa sepuluh gadis mewakili bagian sangat penting dari seluruh tubuh Kristus (umat pilihan). Karena pesan peringatan di Wahyu Pasal 2 dan 3 ditujukan kepada ketujuh Gereja yang akan eksis sesaat sebelum kedatangan Kristus, tampaknya kesepuluh gadis mewakili semua umat pilihan yang hidup pada akhir zaman, kecuali orang-orang dari Gereja Filadelfia: Ini akan dijelaskan lebih jauh dalam penelitian ini.

Mungkin alasan dibalik pengelompokkan kesepuluh gadis menjadi dua kelompok adalah karena angka 10 dan 5 mengandung arti (simbol Alkitab). Angka 10 adalah simbol dari hukum taurat dan angka 5 merupakan simbol dari anugrah Allah. Ini merupakan fakta Alkitab bahwa tidak ada seorangpun yang akan memasuki keluarga dan Kerajaan Allah,  bila tidak bersedia melakukan hukum taurat. Bahkan kemudian, pintu masuk hanya diberikan bagi mereka yang dipanggil oleh Allah Bapa ke dalam keselamatan melalui anugrah-Nya.

Perumpamaan ini menunjukkan bahwa semua orang orang ini (umat pilihan) tahu bahwa pesta perjamuan Anak Domba akan terjadi sangat singkat dan mereka harus menantikan mempelai yaitu Yesus Kristus yang akan datang kedua kalinya untuk dapat masuk ke dalam perjamuan.


Gadis Bijaksana dan Gadis Bodoh
Ayat 2 Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana.
Ayat 3 Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak,
Ayat 4 sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka.


Yesus segera memisahkan orang yang menantikan kedatanganNYA ke dalam 2 kelompok orang: orang bijak dan orang bodoh. Perhatikan: kesemua gadis gadis itu memulai penantian mereka dengan lampu/minyak yang penuh, yang mengindikasikan bahwa mereka semua telah mengantisipasi bahwa mereka harus menantikan dalam kegelapan untuk beberapa waktu lamanya hingga Mempelai datang menjemputnya.

Terlebih lagi, gadis bijaksana mengantisipasi bahwa mereka harus menunggu jauh hingga dini hari sebelum Mempelai datang, sehingga mereka membeli minyak ekstra dengan harapan agar pelita mereka tetap menyala hingga waktu itu tiba.

Karena bijaksana atau bodoh diasosiasikan dengan pentingnya menjaga pelita menyala, maka adalah penting bagi kita untuk mengerti apa yang dimaksud dengan Pelita disini.


‘FirmanMu itu  pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.’ (Mazmur 119:105)

Sebuat pelita merupakan symbol dari FIRMAN TUHAN, yang menerangi jalan seseorang sepanjang umur hidupnya. Perintah Tuhan dan hukum hukum Tuhanlah yang dapat menjaga seseorang di jalan kehidupan orang benar.

‘Hai anakku, peliharalah perintah ayahmu, dan janganlah menyia-nyiakan ajaran ibumu . Tambatkanlah senantiasa semuanya itu pada hatimu, kalungkanlah pada lehermu.  Jikalau engkau berjalan, engkau akan dipimpinnya, jikalau engkau berbaring, engkau akan dijaganya, jikalau engkau bangun, engkau akan disapanya. Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan. (Amsal 6:20-23)


Pada ayat 2-4 ditekankan untuk menjaga pelitanya tidak padam. Apa artinya ? yaitu seseorang harus memastikan bahwa ia memiliki kebenaran/ Firman Tuhan yang cukup untuk menerangi kehidupan spiritualnya, karena bilamana pelitanya padam, maka mereka akan tertinggal dalam kegelapan spiritual dan tidak dapat menemukan jalannya. Yesus menganggap orang yang membiarkan pelitanya padam sebagai seorang bodoh yang tidak layak masuk ke dalam kerajaan Sorga.




Ayat 5 Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur.
Kesepuluh gadis, yang mewakili 6 dari 7 gereja (dalam Wahyu 2 & 3) adalah contoh dari apa yang terjadi diantara kebanyakan anak Tuhan. Sejalan dengan berlalunya waktu dan ketika Tuhan Yesus belum juga datang datang, maka banyak dari anak Tuhan menjadi apatis dan tertidur secara rohani. Sejarah menyatakan bahwa kematian rohani menyebabkan gereja mula mula kehilangan entitas kekuatan dan kesatuannya. 

Banyak Umat Pilihat berhenti bersekutu dengan saudara seiman, berhenti ke gereja, mengabaikan hari hari penting dalam kekristenan (Paskah, dll) dan kembali ke cara hidup lama. Mereka meninggalkan panggilannya, berhenti bertumbuh dalam kasih karunia dan pengetahuan akan kebenaran.

Namun demikian, dari jaman ke jaman, tetap ada sedikit orang orang Pilihan Tuhan yang tetap terjaga sementara mayoritas umumnya tertidur. Jemaat Philadelphia digambarkan sebagai Umat Pilihan yang menggebu gebu, setia memegang kebenaran Firman Tuhan dan meninggikan nama Yesus dalam hidupnya. Mereka tetap memegang kebenaran utama, bertumbuh ke arah pengenalan akan Tuhan, bersekutu dengan saudara seiman dan berkehidupan gereja.

Panggilan Tengah Malam
Ayat 6 Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia
Panggilan tengah malam akan terjadi dalam waktu dekat menjelang Kedatangan Kristus keduakalinya (sekitar 3.5 – 6 tahun sebelum kedatanganNya). Ini melambangkan pesan peringatan terhadap Umat Pilihan di seluruh dunia untuk bangun dari tidur rohaninya dan bertobat terhadap segala dosa dan kesalahan serta mengejar kembali panggilan mereka terhadap keselamatan dengan berkobar kobar, karena Yesus Kristus akan segera datang sebagai RAJA yang memerintah.

Siapa yang memberikan Panggilan Tengah Malam ?
Kelihatannya yang memberikan panggilan tengah malam adalah Jemaat Philadelphia, yaitu orang orang yang senantiasa terjaga dan rajin memberitakan Injil.

Panggilan Peringatan ini polanya mengikuti semua peringatan peringatan yang telah diberikan oleh Nabi Nabi Tuhan sepanjang sejarah. Tuhan tidak ingin membiarkan orang orangNya masuk ke dalam penganiayaan berat tanpa sebelumnya memberikan peringatan dan kesempatan tuk bertobat. Ini isu yang sangat serius: yaitu bertobat atau masuk ke lautan api neraka.

Ini bukan masalah main main atau teguran ringan. Ini tentang apakah Anda mau respon terhadap teguran, bertobat dan kembali kepada iman sejati kepada Allah Bapa dan AnaknNYA Yesus Kristus dengan cara yang benar. Di sini umat pilihan diberikan waktu yang sangat singkat sekali untuk bertobat sebelum pintu keselamatan ditutup untuk selamanya.

Menarik sekali bahwa dalam ayat 7 dikatakan bahwa semua Umat Pilihan (gadis bijaksana maupun bodoh) mendengar panggilan tengah malam itu. Mereka semua bangun, dan mereka sadar betapa serius situasinya dan mulai bersiap untuk bertemu Tuhan Yesus. Jadi disini kita lihat bahwa Tuhan Yesus akan memastikan semua anak anakNYA akan menerima wake-up call, ini sangat melegakan.

Gadis Bijaksana dan Gadis Bodoh
Pada perumpamaan ini akan jelas terlihat bahwa pada saat panggilan tengah malam (peringatan akhir) terjadi, akan ada pemisahan segera antara gadis bijaksana dengan yang bodoh, berdasarkan sikap dan kelakuannya. Dan disini terlihat jelas bahwa setengah dari Umat Pilihan, tidak akan berhasil masuk ke kerajaan sorga.

Gadi Bijaksana
Kelihatannya ketika pesan peringatan terakhir dikumandangkan, gadis bijaksana akan bersandar pada kebenaran dasar Firman Tuhan, dan mereka akan melihat betapa seriusnya situasinya dan respon dengan pertobatan sejati kepada Tuhan Yesus. Meskipun mereka bertobat, mereka akan tetap mengalami penganiayaan berat dan ujian di tangan antikristus untuk membantu mereka merevitalisasi hubungan mereka dengan Allah Bapa dan Yesus Kristus.

Gadis Bodoh
Ayat 7-8 Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam.


Orang Kristen yang bodoh ini telah membiarkan dirinya lemah dan sakit secara spiritual. Mereka tdk menjaga kebenaran Firman Tuhan hidup di dalam hati mereka melalui PA dan renungan Firman Tuhan serta kehidupan doanya. Mereka tidak melakukan apa yang diperlukan untuk menjaga agar pelita TUHAN tdk padam dalam hidupnya. Mereka tidak memiliki kekuatan rohani untuk bertahan dalam periode/masa penganiayaan yang sukar ini. Dalam kondisi putus asa, mereka berharap bisa kontak/meminta bantuan dari yang rohaninya kuat untuk masuk ke kerajaan Allah. Orang orang ini lupa akan Firman yang dikatakan Rasul Paulus: Tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar (Filipi 2:12).    

Mereka telah menjadi sama dengan dunia sehingga tidak dapat membuat perubahan kearah kebenaran. Mereka telah mengabaikan Firman Tuhan terlalu lama dan menjadi dingin kepada Tuhan. Mereka telah menolak untuk bertobat dan mendukakan Roh Kudus yang ada di dalam hati mereka; mereka telah mengadopsi standar dunia, sehingga mereka telah menjatuhkan hukuman neraka ke atas mereka.

Ayat 10 Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup.


Terlambat & Terlalu Sedikit
Ayat 11-13 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Ini bicara tentang Kedatangan Tuhan Yesus untuk mengumpulkan umat pilihanNYA pada kebangkitanNYA. Mereka yang mendengar peringatan terakhir akan menjadi pahlawan iman melalui pencobaan dan penganiayaan. Karena itu mereka dipandang layak untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga dan Perjamuan Kawin Anak Domba.

Pintu yang tertutup menandakan bahwa orang orang Kristen yang bodoh tidak diperhitungkan lagi dari Kerajaan Allah dan tidak dianggap sebagai Umat Pilihan. Ketika Umat Pilihan diangkat dari bumi (Rapture), maka tidak ada lagi manusia yang hidup yang mempunyai Roh Tuhan di dalam mereka. Itu sebabnya Yesus berkata,’ Aku tidak mengenal kamu.’ Mereka tidak lagi mempunyai roh Tuan dan kehilangan anugrah keselamatan dan menerima ganjaran neraka kekal. Mengapa ? karena mereka telah dipanggil, tetapi mereka tidak setia terhadap panggilan itu.

Hari inilah kesempatan untuk bertobat dan kembali ke Firman Tuhan dan menjalin hubungan intim dengan TUHAN,.. jangan tunggu peringatan terakhir, karena waktu itu sudah terlambat tuk memulai dari awal lagi.

Kesimpulan
Allah Bapa dan Yesus Kristus adalah Allah yang adil dalam memperlakukan Umat Pilihan… setiap individu diberikan kesempatan untuk menjadi rajin dan setia. Bapa tidak pernah, tidak memperlengkapi Umat Pilihan untuk menghadapi tantangan (di dunia) sebelum masuk ke kerajaanNYA. Karena itu konsekuensi dari ketidaktaatan, adalah sangat mengerikan.  Allah Bapa tidak akan memberikan hidup kekal kepada orang yang menolak panggilanNYA dan menolak untuk setia kepadaNYA.

Secara individual, kita harus menjadi umatNYA yang rajin, setia dan berdedikasi atas panggilanNYA yang luar biasa. Hanya ada 2 pilihan: menjadi malas dan menderita api kekal di neraka, atau menjadi rajin dan setia akan kebenaran dan menerima anugerah Hidup Kekal dalam Kerajaan Allah. Pilihan untuk hidup atau mati ada di tanganmu.




1 komentar:

  1. Dalam Perumpamaan ini Yesus tidak menujukannya kepada orang Percaya. Kita orang Percaya banyak sekali "panggilan" yang Dia berikan kepada kita seperti domba2-Nya, Bait Allah, Gereja-Nya...bahkan kita pun dengan indah disebut sebagai Mempelai Kristus.
    Nah, di Perumpamaan ini Background Ceritanya adalah tentang Pernikahan. Tapi Yesus tidak menyebutkan sama sekali tentang Mempelai Wanita, di dalam Perumpamaan ini hanya ada Mempelai Pria (yaitu Yesus Kristus sendiri) dan 10 Gadis. Dimanakah Mempelai Wanita itu? Lalu siapakah 10 gadis ini?
    Saudara/i dapat menemukan jawabannya di Alkitab, biarkan Alkitab menafsirkan Alkitab!
    Atau saudara/i dapat juga mendapatkan bantuan jawabannya melalui Postingan kami di :
    http://bandunggrace.wordpress.com/2013/04/17/kasih-karunia-57/

    Sekali lagi, biarkan Alkitab menafsirkan Alkitab.

    BalasHapus